I LOVE UNMUH



Nama saya Linda indrawati dan saya diterima di Fakultas Ekonomi Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Jember. Setelah saya dinyatakan diterima di Universitas Muhammadiyah Jember atau yang lebih sering disebut dengan UNMUH dan melakukan daftar ulang, saya telah resmi menjadi mahasiswa UNMUH.
Ketika mulai perkuliahan di bulan September, adalah awal dimulainya cerita baru saya di Universitas Muhammadiyah Jember. Singkat ceritanya, saya bertemu banyak sekali teman-teman baru yang sangat menyenangkan. Terutama ketika saya mengikuti kegiatan PPSP, itu merupakan pengalaman yang tak kan saya lupakan. Karena banyak sekali kejadian-kejadian unik dan lucu yang saya alami. 
Kuliah adalah salah satu impian terbesar saya, Impian tersebut semakin terbayang-bayang dalam benak saya ketika saya beranjak SMA. Di masa itu, saya seringkali membayangkan betapa indahnya dunia perkuliahan, dimana cara berpakaian boleh bebas, tidak ada lagi guru yang mengatur-atur gaya rambut saya, dan tidak ada lagi saat-saat di mana saya harus berpacu dengan waktu untuk menghindari pintu gerbang yang akan ditutup. Selain itu saya juga berfikir bahwa dunia perkuliahan itu tidak akan terlalu memusingkan, sebab apa yang akan saya pelajari kelak adalah ilmu tertentu yang bersifat spesifik, sehingga pikiran saya akan terfokus pada suatu bidang ilmu dan tidak bercabang ke mana-mana. Seperti itulah gambaran yang terbayangkan dalam benak saya mengenai dunia kuliah, betapa menyenangkan.
Waktu terus berlalu, Masa PPSP selesai dan saya ditempatkan di kelas Akuntansi A 2015, di mana saya bertemu teman-teman yang serba unik dan menyenangkan. Seperti kebanyakan orang, adaptasi adalah proses yang cukup menyulitkan dan akan menentukan citra diri seseorang selama dia berada di dalam lingkungan tersebut, hal itu pun berlaku bagi saya. Saya adalah seseorang yang berkarakter ‘agak’ pendiam, hal ini pun cukup menjadi penghalang tersendiri bagi saya dalam bergaul dengan teman-teman sekelas. Setelah menjalani perkuliahan selama satu minggu, saya mulai bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan kelas saya dan mulai dekat dengan beberapa teman, salah satunya sahabat saya bernama Fifi Fironika Anggraini. Dia adalah salah satu orang yang pertama kali saya kenal di hari pertama perkuliahan. Seiring dengan berjalannya waktu Alhamdulillah saya bertemu dengan sahabat-sahabat yag begitu menyenangkan dan menggembirakan, diantaranya Atika Dwi Lestari, Siti Khorimah, Isnaini Nur Fadillah, Yudha Bp dan Ahmad Arifien.
Seiring dengan berjalannya waktu, dunia perkuliahan yang ada dalam benak saya selama ini tiba-tiba berubah 180°. Ternyata, kuliah itu tidaklah sesantai yang saya bayangkan. Banyak tugas-tugas yang harus dipenuhi, baik tugas-tugas yang berasal dari dosen, maupun tugas-tugas yang berasal dari kewajiban saya sebagai wakil ketua kelas dan kegiatan saya di organisasi internal mau eksternal.
Dunia perkuliahan yang saya jalani selama semester pertama sampai sekrng ternyata cukup berat dan tidak sesuai dengan khayalan saya selama ini. Meskipun demikian, terdapat berbagai hal dan peristiwa yang berkesan bagi saya. Hal-hal yang berkesan tersebut cukup menghibur saya di tengah-tengah kejenuhan yang sempat saya alami. Setelah melalui semester pertama hingga saat ini, saya baru menyadari bahwa ternyata segala kesulitan yang saya alami selama ini cukup banyak memberikan manfaat bagi saya. Manfaat tersebut antara lain : Mengasah kemampuan saya dalam memimpin sekelompok orang. Melatih saya sebagai seseorang yang peka dan peduli terhadap lingkungan sekitar.  Mengajarkan saya untuk tetap bersikap benar meskipun kenyataan yang saya alami tidak sesuai dengan harapan. Membuat saya paham akan makna solidaritas yang sebenarnya (bukan solidaritas yang salah dan tidak bertanggung jawab).
Begitu banyak manfaat dan makna di balik setiap masa sulit yang saya tempuh. Ketidaksesuaian antara khayalan saya selama ini tentang dunia perkuliahan dengan kenyataan yang terjadi dalam dunia perkuliahan sesungguhnya, sekarang dapat saya maknai sebagai suatu kenyataan yang harus saya tempuh sekalipun berat dan menuntut banyak pengorbanan. Saat ini, saya memutuskan untuk mulai bersikap positif dalam menjawab segala tantangan perkuliahan selama 1 tahun ke depan. Saya jadi teringat akan dua pepatah klasik yang mengatakan “Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian” dan “Hidup adalah perjuangan”. Saya menyadari bahwa setiap tantangan yang saya hadapi dalam dunia perkuliahan, meskipun itu berat, namun pasti kelak suatu hari nanti akan kembali mendatangkan manfaat bagi saya sendiri.
Sekian kisah perjalanan singkat saya di dunia perkuliahan di Universitas Muhammadiyah Jember, Hati boleh jenuh, namun jangan sampai semangat dalam menggali ilmu menjadi padam. -YAKIN USAHA SAMPAI-

Komentar